Jumat, 18 Mei 2018
Kamis, 19 April 2018
Pemerintah
Indonesia dapatkan 51% saham dan perpanjang kontrak Freeport
Perundingan panjang atara
pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesia akhirnya berujung pada kepastian
tentang pelepasan saham kepada pemerintah Indonesia sebesar 51% dan
perpanjangan kontrak di Papua hingga tahun 2041.
"Kita sepakat perpanjangan pertama sepuluh tahun sampai
2031 dan kedua sampai 2041. Akan dicantumkan secara detail kalau memenuhi
persyaratan maka (perpanjangan) akan disetujui," kata Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.
Disebutkannya, Freeport juga setuju melepas sahamnya, atau
melakukan divestasi, sebesar 51 persen kepada pemerintah Indonesia dan
membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian yang harus selesai Januari 2022
dan ada stabilitas penerimaan negara.
Dalam jumpa pers bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan
CEO Freeport McMoran Richard Adkerson, Jonan menambahkan bahwa raksasa
pertambangan tembaga dan mineral dunia itu sepakat untuk untuk menjaga besaran
penerimaan negara yang lebih besar untuk Indonesia. Oleh karena itu, Freeport
Indonesia harus mengubah statusnya dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin IUPK.
"Ini kesepakatan antara Freeport dmengatakan, hasil
dari negosiasi ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk
menekankan kepentingan nasional, kepentingan rakyat Papua dan kedaulatan
negara, namun tetap menjaga iklim investasi di Indonesia," ujar Jonan.
"Dengan persyaratan ini berdasar UU No. 4 tahun 2009
tentang Minerba perpanjangan operasi bisa diperpanjang 2 kali sepuluh tahun
sampai 2041."
Jonan menerangkan kedua pihak akan menuntaskan detail-detail
kesepakatan dalam minggu ini, termasuk soal skema divestasi dan formula
penerimaan negara yang musti dibayar oleh perusahaan tambang itu.
Dalam jumpa pers yang brlangsung di Kementrian ESDM itu,
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui bahwa negosiasi tidak mudah lantaran
kedua pihak memiliki posisi berbeda. Indonesia juga harus memastikan investasi
yang akan perusahaan tersebut lakukan dalam tambang bawah tanahnya.
Namun, ia mengatakan ada tiga posisi Indonesia yang sudah
tidak bisa dinegosiasikan. Yakni divestasi 51%, pembangunan smelter dalam
jangka waktu yang ditetapkan harus direalisasikan dan jaminan penerimaan negara
dari operasi Freeport Indonesia di Indonesia harus lebih besar dari yang
ditetapkan jika dalam status KK.
"Royalti akan tinggi, PPH (pajak penghasilan
perusahaan) akan turun PPN (Pajak pertambangan nilai) akan kita ubah
komposisinya. Dari sisi total sales dan income Freeport Indonesia, prosentase
yang dibayar akan lebih tinggi," ujar Sri Mulyani.
Sementara itu Richard Adkerson menegaskan kesepakatan ini
sebagai kepastian yang diberikan pemerintah Indonesia dalam kelangsungan
operasi tambang Freeport.
"Saat ini adalah waktu yang sangat penting bagi
Freeport, sejak beroperasi pada akhir 1960an, saat ini kami mengalami penurunan
kinerja di tambang terbuka. Untuk mengeksplorasi tambang bawah tanah, kami
memerlukan investasi sebesar US$20 miliar" ujarnya.
Negosiasi dengan Freeport Indonesia dimulai pada awal tahun,
seiring diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2017 tentang
Pelaksana Kegiatan Tambang Mineral dan Batubara pada Januari 2017. Aturan baru
itu mengusik perusahaan tambang tembaga dan emas raksasa yang beroperasi di
Papua sejak akhir 1960an.
Regulasi ini mengatur perusahaan tambang mineral yang ingin
melakukan ekspor harus memenuhi beberapa persyaratan. Diantaranya, mengubah
status kontrak karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK),
membangun smelter dan divestasi 51 persen.
Sementara, Freeport belum memenuhi persyaratan-persyaratan
tersebut. Akhirnya, sejak 10 Februari 2017, Freeport menghentikan kegiatan
produksinya yang berimbas kepada pekerja tambangnya di Mimika, Papua. Puluhan
ribu pekerja pun dirumahkan.
Di sisi lain, sengketa Freeport dengan sebagian buruhnya di
Mimika, yang ditandai dengan pemogokan beberapa waktu lalu, berakhir ricuh, dan
berujung pada pemecatan sejumlah besar buruh.
Ketua DPRD Mimikia, Emiminus Mom, menyebut 'bola' kini
berada di para mantan karyawan Freeport. Menurutnya, bekerja di kontraktor
merupakan satu-satunya jalan untuk tetap bekerja di tambang emas Freeport.
"Kalau mau masuk kerja, harus dari kontraktor. Kalau
tidak mau, apa boleh buat, tinggal di rumah sajalah," ujarnya melalui
sambungan telepon.
Eliminus berkata, Freeport memberitahunya perihal pekerjaan
di kontraktor itu, Senin pagi tadi, dalam forum audiensi. Ia berkata, Freeport
menjamin setidaknya sekitar 3000 pegawai yang terkena PHK dapat terserap
seluruh kontraktor.
"Orang-orang Papua ini harus kembali bekerja,"
ujarnya. Sebagian korban PHK Freeport, kata Eliminus, merupakan warga asli
Papua yang berasal dari kawasan pantai seperti Biak, Jayapura, Sorong, dan
Serui.(sumber www.bbc.com)
Kebijakan pemerintah:
- Landasan hukum yang mengatur hubungan antara Pemerintah dan PT Freeport Indonesia akan berupa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), bukan berupa Kontrak Karya (KK).
- Divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51% untuk kepemilikan Nasional Indonesia. Hal-hal teknis terkait tahapan divestasi dan waktu pelaksanaan akan dibahas oleh tim dari Pemerintah dan PT Freeport Indonesia.
- PT Freeport Indonesia membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter selama 5 tahun, atau selambat-lambatnya sudah harus selesai pada Oktober 2022, kecuali terdapat kondisi force majeur.
- Stabilitas Penerimaan Negara. Penerimaan negara secara agregat lebih besar dibanding penerimaan melalui Kontrak Karya selama ini, yang didukung dengan jaminan fiskal dan hukum yang terdokumentasi untuk PT Freeport Indonesia.
- Setelah PT Freeport Indonesia menyepakati 4 poin di atas, sebagaimana diatur dalam IUPK maka PT Freeport Indonesia akan mendapatkan perpanjangan masa operasi maksimal 2x10 tahun hingga tahun 2041.
Komentar:
Menurut saya
pemerintah harus lebih tegas terhadap kebijakan yang dibuat dan juga harus
menguntungkan bagi negara karena freeport merupakan aset negara yang sangat
penting
Rabu, 21 Maret 2018
makalah kemiskinan dan kesenjangan
Makalah
kemiskinan dan kesenjangan
Nama:
Abiyyu ariq
NPM:
20217041
Kelas: 1 EB 01
Daftar
isi
KATA
PENGANTAR…………………………………………….. i
DAFTAR
ISI……………………………………………………….. ii
BAB
I PENDAHULUAN…………………………….. 1
1.1 Latar Belakang masalah ………………………………………………… 1
1.2 Pokok Masalah …………………………………………… 1
1.3
Tujuan Penulisan makalah…………………………………………….. 1
BAB
II PEMBAHASAN…………………………….. 2
2.1 Definisi kemiskinan………………………………………
2
2.2 Jenis kemiskinan………………………………………
3
2.3 Faktor
penyebab kemiskinan……………………………………… 3
2.4 Definisi kesenjangan………………………………………
4
2.5 Faktor penyebab
kesenjangan……………………………………… 4
2.6 Dampak
kesenjangan……………………………………… 5
BAB III PENUTUP…………………………….. 7
3.1 Kesimpulan……………………………………… 7
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….. 8
Kata
pengantar
Puji dan syukur kita
panjatkan ke hadirat allah SWT. karena dengan rahmat dan karunianyalah kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Selawat dan salam juga kita
panjatkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW.
Saya berharap kepada
semua pihak dengan segala kritik dan saran yang bersifat membangun, sangat saya
harapkan untuk dimasa yang akan datang agar bisa menyempurnakan makalah ini,
sebab makalah ini masih banyak kekurangannya.
Depok , 20 Maret 2017
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang masalah
Kemiskinan merupakan masalah
kemanusiaan yang telah mendunia dan hingga kini masih menjadi isu sentral di
belahan bumi manapun. kemiskinan adalah penyakit sosial ekonomi yang tidak
hanya dialami oleh Negara-negara berkembang melainkan negara maju seperti
Inggris dan Amerika Serikat. Negara inggris mengalami kemiskinan di penghujung
tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri di Eropa. Sedangkan
Amerika Serikat bahkan mengalami depresi dan resesi ekonomi pada tahun 1930-an
dan baru setelah tiga puluh tahun kemudian Amerika Serikat tercatat sebagai
Negara Adidaya dan terkaya di dunia. Sedangkan di Indonesia sudah ada sejak
awal abad 20. Kesenjangan ekonomi adalah terjadinya ketimpangan
dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi
dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Kemiskinan dan kesenjangan
ekonomi merupakan 2 masalah besar di negara-negara berkembang.
1.2 Pokok masalah
Dalam
makalah ini penyusun akan menjelaskan mengenai masalah perekenomian yaitu
kemiskinan dan kesenjangan.
1.3.Tujuan
penulisan makalah
Tujuan makalah
ini adalah untuk memenuhi tugas perekonomian indonesia selain itu,agar dapat
lebih mengetahui tentang kemiskinan dan kesenjangan secara mendalam.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Definisi kemiskinan
Menurut Suparlan, kemiskinan adalah standar
tingkat hidup yang rendah karena kekurangan materi pada sejumlah atau golongan
orang bila dibandingkan dengan standar kehidupan yang berlaku di masyarakat
sekitarnya.
2.2
Jenis kemiskinan
Menurut siagian (2012) bentuk kemiskinan
terdiri atas:
1.Berdasarkan jumlah
penyandangnya:
Kemiskinan dibedakan menjadi dua jenis jika
berdasarkan jumlah penyandangnya. Adapun jeniskemiskinan tersebut adalah
sebagai berikut:
a.
Kemiskinan massa
Kemiskinan
massa adalah kemiskinan yang dialami secara massal oleh penduduk dalam suatu
wilayah atau kawasan tertentu. Hal ini berarti,terdapat begitu banyak warga
yang secara faktual tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik minimumnya,sehingga
terpaksa hidup serba kekurangan dan mengalami kondisi hidup tak layak bagi
harkat serta martabat kemanusiaan
b.
Kemiskinan non massa
Kemiskinan
non massaadalah kem iskinan yang dihadapi oleh segelintir warga saja.
2. Berdasarkan penyebabnya
Jika dilihat berdasarkan
penyebabnya,kemiskinan dibedakan menjadi tiga jenis.Adapun
jenis kemiskinan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Kemiskinan
Alamiah
Kemiskinan
alamiah disebabkan oleh daya dukung lingkungan yang tidak memadai untuk menopang kehidupan manusia selayaknya
b. Kemiskinan
Struktural
Kemiskinan yang disebabkan akibat lemahnya
sistem atau struktur sosial di dalam masyarakat.
c. Kemiskinan
kultural
Kemiskinan ini berasal dari merosotnya
moral dan mentalitas akibat kebudayaan diyakini dan dianut oleh suatu
masyarakat
2.3
Faktor penyebab kemiskinan
Beberapa
faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan menurut Hartomo dan Aziz dalam
Dadan Hudyana (2009:28-29) yaitu :
1).
Pendidikan yang Terlampau Rendah
Tingkat pendidikan yang rendah
menyebabkan seseorang kurang mempunyai keterampilan tertentu yang diperlukan
dalam kehidupannya. Keterbatasan pendidikan atau keterampilan yang dimiliki
seseorang menyebabkan keterbatasan kemampuan seseorang untuk masuk dalam dunia
kerja.
2).
Malas Bekerja
Adanya sikap malas (bersikap pasif atau
bersandar pada nasib) menyebabkan seseorang bersikap acuh tak acuh dan tidak
bergairah untuk bekerja.
3).
Keterbatasan Sumber Alam
Suatu masyarakat akan dilanda kemiskinan
apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka.
Hal ini sering dikatakan masyarakat itu miskin karena sumberdaya alamnya
miskin.
4).
Terbatasnya Lapangan Kerja
Keterbatasan lapangan kerja akan membawa
konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus mampu
menciptakan lapangan kerja baru sedangkan secara faktual hal tersebut sangat
kecil kemungkinanya bagi masyarakat miskin karena keterbatasan modal dan
keterampilan.
5).
Keterbatasan Modal
Seseorang miskin sebab mereka tidak
mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka menerapkan
keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh
penghasilan.
6).
Beban Keluarga
Seseorang yang mempunyai anggota
keluarga banyak apabila tidak diimbangi dengan usaha peningakatan pendapatan
akan menimbulkan kemiskinan karena semakin banyak anggota keluarga akan semakin
meningkat tuntutan atau beban untuk hidup yang harus dipenuhi.
2.4
Definisi kesenjanagan
Menurut
Rober Chambers kesenjangan sosial
ekonomi merupakan gejala yang timbul di dalam masyarakat karena adanya
perbedaan batas kemampuan finansial dan yang lainnya di antara masyarakat yang
hidup di sebuah wilayah tertentu.
2.5 Faktor penyebab kesenjangan
Secara
umum, ada lima faktor penyebab kesenjangan sosial yang terjadi. Berikut adalah beberapa faktor tersebut:
1. Faktor Perbedaan
Sumber Daya Alam
Tingkat perekonomian
suatu daerah dipengaruhi oleh sumber daya alam yang terdapat di daerah
tersebut. Laju ekonomi dapat berjalan meningkat jika terdapat sumber daya alam
yang dikelola dengan baik.Jika suatu daerah kekurangan sumber daya alam, maka
hal ini akan berpengaruh besar bagi perekonomian daerah tersebut.
2. Faktor Kebijakan
Pemerintah
Kebijakan pemerintah
dapat juga menjadi faktor timbulnya kesenjangan sosial di masyarakat. Contohnya
kebijakan program transmigrasi. Masyarakat pendatang umumnya lebih cepat maju dibandingkan
dengan warga asli.Kesempatan lebih besar yang diberikan kepada warga pendatang
membuat mereka berkembang lebih cepat. Hal ini kemudian menimbulkan kesenjangan
sosial antara dua kelompok masyarakat tersebut.
3. Faktor Pengaruh
Globalisasi
Globalisasi dapat
dimanfaatkan untuk mencapai kemajuan. Namun di sisi lain, globalisasi juga
menimbulkan adanya kesenjangan sosial ekonomi di masyarkat.Kesenjangan sosial
ini terjadi ketika sebagian masyarakat tidak bisa beradaptasi dan tidak
memanfaatkan globalisasi dengan baik.
4. Faktor Demografis
Tingkat pertumbuhan
masyarakat, pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, dan struktur
kependudukan menunjukkan kondisi demografis suatu daerah.Kondisi demografis
suatu daerah dengan daerah lainnya yang berbeda dapat menyebangkan kesenjangan
sosial. Hal ini dikarenakan produktivitas kerja masyarakat satu daerah dengan
daerah lainnya tidak sama.
5. Faktor Letak dan
Kondisi Geografis
Pada umumnya tingkat
pembangunan suatu daerah dipengaruhi oleh letak dan kondisi geografisnya.
Masyarakat yang berada di dataran tinggi cenderung lebih sulit butuh waktu
untuk membangun infrastruktur ketimbang masyarakat yang berada di dataran
rendah.Ini menyebabkan masyarakat yang tinggal di dataran rendah cenderung
lebih cepat berkembang. Hal ini kemudian menimbulkan kesenjangan sosial di
kedua masyarakat tersebut.
2.6
Dampak kesenjangan
1. Kemiskinan dan
Pengangguran
Kesenjangan sosial
ditandai dengan angkan kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat dari
tahun ke tahun. Jika masyarakat miskin dan menganggur mendominasi di suatu
negara, maka pendapatan mereka juga sangat rendah.Dengan pendapatan yang tidak
pasti dan cenderung sangat rendah membuat daya beli masyarakat terhadap
kebutuhan sekunder akan menurun. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan keuntungan
perusahaan tidak optimal.
2. Target Pasar yang
Tidak Jelas
Sesuai dari pengertian
kesenjangan sosial dimana terjadi ketimpangan yang signifikan di antara
masyarakat maka akan membuat target pasar perusahaan tidak jelas arahnya. Jika
perusahaan memiliki target pasar untuk kalangan menengah kebawah, maka akan
cenderung merugikan perusahaan karena
daya beli mereka cenderung tidak stabil.Akan tetapi meskipun perusahaan
memiliki target pasar untuk kalangan menegah keatas, tidak menjamin perusahaan
akan mengalami keuntungan. Mengingat kalangan elit di negara Indonesia lebih
menyukai belanja produk luar negeri dibanding dari industri dalam negeri.
3. Sulit Mencari Tenaga
Kerja yang Kompeten
Kenyataannya meskipun
banyak pengangguran di Indonesia, namun banyak perusahaan yang mengaku
kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkompeten. Kesenjangan sosial
menyebabkan tingkat dan kualitas pendidikan masyarakat banyak yang berada di
bawah rata-rata.Meskipun banyak yang bergelar sarjana, namun nyatanya keahlian
mereka banyak yang belum dibutuhkan di negara ini apalagi yang masih fresh
graduate.
4. Maraknya Tindak
Kejahatan
Kasus kejahatan di
Indonesia bisa dibilang sangat tinggi. Bahkan baru-baru ini banyak kasus
kejahatan dari hacker yang merugikan perusahaan besar karena meretas data-data
penting perusahaan.Tingginya tidak kriminal di masyarakat dapat terjadi
karena permasalahan finansial akibat
kesenjangan sosial. Sampai saat ini ekonomi
menjadi salah satu faktor terbesar yang menyebabkan seseorang atau
sekelompok orang berbuat kejahatan.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Kemiskinan
dan kesenjangan adalah suatu hal yang alami dalam kehidupan. Dalam artian bahwa
semakin meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan pun
akan semakin banyak. Pengentasan masalah kemiskinan dan kesenjangan ini bukan
hanya kewajiban dari pemerintah, melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa
penyakit sosial ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama pemerintah dan
masyarakat.
Daftar
pustaka
http://widhisatyanugroho.blogspot.co.id/2013/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
Damanik,Fritz H.S .2014. Membentang fakta dunia sosial sosiologi SMA/MA kelas x. Jakarta:
Bumi aksara
Rabu, 18 Oktober 2017
Pengaturan proses dalam sistem operasi
· - Konsep proses dalam sistem operasi
Proses pada sistem operasi adalah program
yang sedang di eksekusi, merupakan unit kerja terkecil yang secara individu
memiliki sumber sumber daya yang dijadwalkan oleh sistem operasi. Awalnya
proses dijalankan secara sekuensial atau berurut, suatu proses akan di eksekusi
sampai selesai baru kemudian berpindah ke proses selanjutnya. Sistem sekuensial
memiliki kelemahan yakni tingkat pengguna atau utilitas prosesor yang rendah.
Istilah-istilah yang berkaitan dengan
proses Sistem Operasi
1.
Multiprocessing adalah manajemen banyak proses
di komputer multiprocessor (banyak proses di dalamnya).
2. Multiprogramming (multitasking) adalah manajemen
proses dengan masing-masing
pemroses melakukan pengolahan secara independen.
Sistem operasi mengeksekusi berbagai program :
1.
Batch system
Batch
system adalah dimana job-job yang mirip dikumpulkan dan dijalankan secara
kelompok kemudian setelah kelompok yang dijalankan tadi selesai maka secara
otomatis kelompok lain dijalankan. jadi dengan kata lain adalah teknologi
proses komputer dari generasi ke-2. yang jika suatu tugas sedang dikerjakan
pada 1 rangkaian, akan di eksekusi secara berurutan. Pada komputer generasi
ke-2 sistem komputer nya maasih blum dilengkapi oleh sebuah sistem operasi.
But, dalan beberapa fungsi sistem operasi, seperti os yang tengah berkembang
pada jaman sekarang ini. Contohnya adlah FMS ( Fortarn Monitoring System ) dan
IBSYS.
2.
Time Sharing System
Time-sharing adalah metode dimana banyak pengguna dapat melakukan
processing dalam satu komputer.
Christopher Strachy pada tahun 1959 telah memberikan
ide mengenai pembagian waktu yang dilakukan oleh CPU. Baru pada tahun 1961,
pertama kali sistem yang benar-benar berbentuk time sharing system dilakukan di
MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan diberi nama CTSS (Compatible
Time Sharing System) yang bisa melayani sebanyak 8 pemakai dengan menggunakan
omputer IBM 7090. Pada TSS tiap-tiap User dilayani oleh komputer dengan
bergiliran dalam waktu yang sangat cepat. Sehingga tiap pemakai komputer tidak
merasa bahwa komputer melayani beberapa pemakai sekaligus secara bergiliran.
- Contoh penggunaan Time Sharing System
Salah satu penggunaan time sharing system ini dapat
dilihat dalam pemakaian suatu teller terminal pada suatu bank. Bilamana seorang
nasabah datang ke bank tersebut untuk menyimpan uang atau mengambil uang, maka
buku tabungannya ditempatkan pada terminal. Dan oleh operator pada terminal
tersebut dicatat melalui papan ketik (keyboard), kemudian data tersebut dikirim
secara langsung ke pusat komputer, memprosesnya, menghitung jumlah uang seperti
yang dikehendaki, dan mencetaknya pada buku tabungan tersebut untuk transaksi
yang baru saja dilakukan.
Proses yakni sebuah program yang
sedang dieksekusi,eksekusi proses dilakukan secara berurutan.
Sebuah proses terdiri dari :
1.
Program Counter (PC)
Adalah register yang digunakan untuk menyimpan alamat lokasi dari memori
utama yang berisi instruksi yang sedang diproses. Selama pemrosesan instruksi
oleh CPU, isi dari PC diubah menjadi alamat dari memori utama yang berisi
instruksi berikutnya yang mendapat giliran akan diproses, sehingga bila
pemrosesan sebuah instruksi selesai maka jejak instruksi selanjutnya di memori
utama dapat dengan mudah didapatkan.
2.
Stack
Adalah
suatu stuktur data yang penting dalam pemrograman yang mempunyai sifat LIFO
(Last In First Out), Benda yang terakhir masuk ke dalam stack akan menjadi
benda pertama yang dikeluarkan dari stack.
Stack (Tumpukan) adalah list linier yang dikenali elemen puncaknya (TOP)
dan Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu. Penyisipan selalu
dilakukan “di atas“ TOP dan Penghapusan
selalu dilakukan pada TOP.
v
OPERASI-OPERASI/FUNGSI STACK
Push : digunakan untuk menambah item pada stack pada
tumpukan paling atas
Pop : digunakan untuk mengambil item pada stack pada
tumpukan paling atas
Clear : digunakan untuk mengosongkan stack
IsEmpty : fungsi yang digunakan untuk mengecek apakah
stack sudah kosong
IsFull : fungsi yang digunakan untuk mengecek apakah
stack sudah penuh
3.
Data section
Bagian data mendefinisikan data rowset beserta
pembaruan, insersi, atau penghapusan yang tertunda. Bagian data bisa berisi nol
atau lebih baris. Ini hanya bisa berisi data dari satu rowset dimana baris
ditentukan oleh skema. Juga, seperti disebutkan sebelumnya, kolom tanpa data
apapun dapat diabaikan. Jika sebuah atribut atau subelement digunakan di bagian
data dan konstruk tersebut belum didefinisikan di bagian skema, maka diabaikan.
Nama:
Abiyyu ariq (20217041)
Melinda
Alfiani (23217545)
Fadliyana (21217883)
Langganan:
Postingan (Atom)
Tugas Komparasi pencegahan korupsi di Korea Selatan, Malaysia, Indonesia
Komparasi pencegahan korupsi di Korea Selatan, Malaysia, Indonesia Korea selatan Malaysia I...
-
Makalah kemiskinan dan kesenjangan Nama: Abiyyu ariq NPM: 20217041 Kelas: 1 EB 0...
-
Komparasi pencegahan korupsi di Korea Selatan, Malaysia, Indonesia Korea selatan Malaysia I...
-
Pemerintah Indonesia dapatkan 51% saham dan perpanjang kontrak Freeport Perundingan panjang atara pemerintah Indonesia dan...
