Kamis, 19 April 2018


Pemerintah Indonesia dapatkan 51% saham dan perpanjang kontrak Freeport


Hasil gambar untuk freeport


Perundingan panjang atara pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesia akhirnya berujung pada kepastian tentang pelepasan saham kepada pemerintah Indonesia sebesar 51% dan perpanjangan kontrak di Papua hingga tahun 2041.
"Kita sepakat perpanjangan pertama sepuluh tahun sampai 2031 dan kedua sampai 2041. Akan dicantumkan secara detail kalau memenuhi persyaratan maka (perpanjangan) akan disetujui," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.
Disebutkannya, Freeport juga setuju melepas sahamnya, atau melakukan divestasi, sebesar 51 persen kepada pemerintah Indonesia dan membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian yang harus selesai Januari 2022 dan ada stabilitas penerimaan negara.
Dalam jumpa pers bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson, Jonan menambahkan bahwa raksasa pertambangan tembaga dan mineral dunia itu sepakat untuk untuk menjaga besaran penerimaan negara yang lebih besar untuk Indonesia. Oleh karena itu, Freeport Indonesia harus mengubah statusnya dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin IUPK.
"Ini kesepakatan antara Freeport dmengatakan, hasil dari negosiasi ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk menekankan kepentingan nasional, kepentingan rakyat Papua dan kedaulatan negara, namun tetap menjaga iklim investasi di Indonesia," ujar Jonan.
"Dengan persyaratan ini berdasar UU No. 4 tahun 2009 tentang Minerba perpanjangan operasi bisa diperpanjang 2 kali sepuluh tahun sampai 2041."
Jonan menerangkan kedua pihak akan menuntaskan detail-detail kesepakatan dalam minggu ini, termasuk soal skema divestasi dan formula penerimaan negara yang musti dibayar oleh perusahaan tambang itu.
Dalam jumpa pers yang brlangsung di Kementrian ESDM itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui bahwa negosiasi tidak mudah lantaran kedua pihak memiliki posisi berbeda. Indonesia juga harus memastikan investasi yang akan perusahaan tersebut lakukan dalam tambang bawah tanahnya.
Namun, ia mengatakan ada tiga posisi Indonesia yang sudah tidak bisa dinegosiasikan. Yakni divestasi 51%, pembangunan smelter dalam jangka waktu yang ditetapkan harus direalisasikan dan jaminan penerimaan negara dari operasi Freeport Indonesia di Indonesia harus lebih besar dari yang ditetapkan jika dalam status KK.
"Royalti akan tinggi, PPH (pajak penghasilan perusahaan) akan turun PPN (Pajak pertambangan nilai) akan kita ubah komposisinya. Dari sisi total sales dan income Freeport Indonesia, prosentase yang dibayar akan lebih tinggi," ujar Sri Mulyani.
Sementara itu Richard Adkerson menegaskan kesepakatan ini sebagai kepastian yang diberikan pemerintah Indonesia dalam kelangsungan operasi tambang Freeport.
"Saat ini adalah waktu yang sangat penting bagi Freeport, sejak beroperasi pada akhir 1960an, saat ini kami mengalami penurunan kinerja di tambang terbuka. Untuk mengeksplorasi tambang bawah tanah, kami memerlukan investasi sebesar US$20 miliar" ujarnya.
Negosiasi dengan Freeport Indonesia dimulai pada awal tahun, seiring diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pelaksana Kegiatan Tambang Mineral dan Batubara pada Januari 2017. Aturan baru itu mengusik perusahaan tambang tembaga dan emas raksasa yang beroperasi di Papua sejak akhir 1960an.
Regulasi ini mengatur perusahaan tambang mineral yang ingin melakukan ekspor harus memenuhi beberapa persyaratan. Diantaranya, mengubah status kontrak karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), membangun smelter dan divestasi 51 persen.
Sementara, Freeport belum memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut. Akhirnya, sejak 10 Februari 2017, Freeport menghentikan kegiatan produksinya yang berimbas kepada pekerja tambangnya di Mimika, Papua. Puluhan ribu pekerja pun dirumahkan.
Di sisi lain, sengketa Freeport dengan sebagian buruhnya di Mimika, yang ditandai dengan pemogokan beberapa waktu lalu, berakhir ricuh, dan berujung pada pemecatan sejumlah besar buruh.
Ketua DPRD Mimikia, Emiminus Mom, menyebut 'bola' kini berada di para mantan karyawan Freeport. Menurutnya, bekerja di kontraktor merupakan satu-satunya jalan untuk tetap bekerja di tambang emas Freeport.
"Kalau mau masuk kerja, harus dari kontraktor. Kalau tidak mau, apa boleh buat, tinggal di rumah sajalah," ujarnya melalui sambungan telepon.
Eliminus berkata, Freeport memberitahunya perihal pekerjaan di kontraktor itu, Senin pagi tadi, dalam forum audiensi. Ia berkata, Freeport menjamin setidaknya sekitar 3000 pegawai yang terkena PHK dapat terserap seluruh kontraktor.
"Orang-orang Papua ini harus kembali bekerja," ujarnya. Sebagian korban PHK Freeport, kata Eliminus, merupakan warga asli Papua yang berasal dari kawasan pantai seperti Biak, Jayapura, Sorong, dan Serui.(sumber www.bbc.com)

Kebijakan pemerintah:
  1.           Landasan hukum yang mengatur hubungan antara Pemerintah dan PT Freeport Indonesia akan berupa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), bukan berupa Kontrak Karya (KK).
  2.         Divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51% untuk kepemilikan Nasional Indonesia. Hal-hal teknis terkait tahapan divestasi dan waktu pelaksanaan akan dibahas oleh tim dari Pemerintah dan PT Freeport Indonesia.
  3.        PT Freeport Indonesia membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter selama 5 tahun, atau selambat-lambatnya sudah harus selesai pada Oktober 2022, kecuali terdapat kondisi force majeur.
  4. Stabilitas Penerimaan Negara. Penerimaan negara secara agregat lebih besar dibanding penerimaan melalui Kontrak Karya selama ini, yang didukung dengan jaminan fiskal dan hukum yang terdokumentasi untuk PT Freeport Indonesia.
  5.   Setelah PT Freeport Indonesia menyepakati 4 poin di atas, sebagaimana diatur dalam IUPK maka PT Freeport Indonesia akan mendapatkan perpanjangan masa operasi maksimal 2x10 tahun hingga tahun 2041.

Komentar:
               Menurut saya pemerintah harus lebih tegas terhadap kebijakan yang dibuat dan juga harus menguntungkan bagi negara karena freeport merupakan aset negara yang sangat penting


Rabu, 21 Maret 2018

makalah kemiskinan dan kesenjangan



Makalah kemiskinan dan kesenjangan













Nama: Abiyyu ariq
NPM: 20217041
                     Kelas: 1 EB 01












Daftar isi




KATA PENGANTAR…………………………………………….. i
DAFTAR ISI……………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN…………………………….. 1
1.1  Latar Belakang masalah ………………………………………………… 1
1.2  Pokok Masalah …………………………………………… 1
      1.3  Tujuan Penulisan makalah…………………………………………….. 1
BAB II PEMBAHASAN…………………………….. 2
       2.1   Definisi kemiskinan……………………………………… 2
       2.2   Jenis kemiskinan……………………………………… 3
       2.3   Faktor penyebab kemiskinan……………………………………… 3
       2.4   Definisi kesenjangan……………………………………… 4
       2.5   Faktor penyebab kesenjangan……………………………………… 4
       2.6   Dampak kesenjangan……………………………………… 5
BAB III PENUTUP…………………………….. 7
       3.1   Kesimpulan……………………………………… 7

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….. 8


Kata pengantar


Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat allah SWT. karena dengan rahmat dan karunianyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Selawat dan salam juga kita panjatkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW.
Saya berharap kepada semua pihak dengan segala kritik dan saran yang bersifat membangun, sangat saya harapkan untuk dimasa yang akan datang agar bisa menyempurnakan makalah ini, sebab makalah ini masih banyak kekurangannya.


Depok , 20 Maret 2017


BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar belakang masalah

Kemiskinan merupakan masalah kemanusiaan yang telah mendunia dan hingga kini masih menjadi isu sentral di belahan bumi manapun. kemiskinan adalah penyakit sosial ekonomi yang tidak hanya dialami oleh Negara-negara berkembang melainkan negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri di Eropa. Sedangkan Amerika Serikat bahkan mengalami depresi dan resesi ekonomi pada tahun 1930-an dan baru setelah tiga puluh tahun kemudian Amerika Serikat tercatat sebagai Negara Adidaya dan terkaya di dunia. Sedangkan di Indonesia sudah ada sejak awal abad 20. Kesenjangan ekonomi adalah terjadinya ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Kemiskinan dan kesenjangan ekonomi merupakan 2 masalah besar di negara-negara berkembang.

1.2  Pokok masalah
Dalam makalah ini penyusun akan menjelaskan mengenai masalah perekenomian yaitu kemiskinan dan kesenjangan.  

1.3.Tujuan penulisan makalah
            Tujuan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas perekonomian indonesia selain itu,agar dapat lebih mengetahui tentang kemiskinan dan kesenjangan secara mendalam.




BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Definisi kemiskinan

              Menurut Suparlan, kemiskinan adalah standar tingkat hidup yang rendah karena kekurangan materi pada sejumlah atau golongan orang bila dibandingkan dengan standar kehidupan yang berlaku di masyarakat sekitarnya.

2.2 Jenis kemiskinan
            Menurut siagian (2012) bentuk kemiskinan terdiri atas:
1.Berdasarkan jumlah penyandangnya:
   Kemiskinan dibedakan menjadi dua jenis jika berdasarkan jumlah penyandangnya. Adapun jeniskemiskinan tersebut adalah sebagai berikut:
a.      Kemiskinan massa
Kemiskinan massa adalah kemiskinan yang dialami secara massal oleh penduduk dalam suatu wilayah atau kawasan tertentu. Hal ini berarti,terdapat begitu banyak warga yang secara faktual tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik minimumnya,sehingga terpaksa hidup serba kekurangan dan mengalami kondisi hidup tak layak bagi harkat serta martabat kemanusiaan
b.     Kemiskinan non massa
Kemiskinan non massaadalah kem iskinan yang dihadapi oleh segelintir warga saja.
2. Berdasarkan penyebabnya
Jika dilihat berdasarkan penyebabnya,kemiskinan dibedakan menjadi tiga jenis.Adapun                                              jenis kemiskinan tersebut adalah sebagai berikut:

a.    Kemiskinan Alamiah
Kemiskinan alamiah disebabkan oleh daya dukung lingkungan yang tidak memadai   untuk menopang kehidupan manusia selayaknya
b.     Kemiskinan Struktural
Kemiskinan yang disebabkan akibat lemahnya sistem atau struktur sosial di dalam masyarakat.
c.      Kemiskinan kultural
Kemiskinan ini berasal dari merosotnya moral dan mentalitas akibat kebudayaan diyakini dan dianut oleh suatu masyarakat


2.3 Faktor penyebab kemiskinan

     Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan menurut Hartomo dan Aziz dalam Dadan Hudyana (2009:28-29) yaitu :
1).   Pendidikan yang Terlampau Rendah
Tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan seseorang kurang mempunyai keterampilan tertentu yang diperlukan dalam kehidupannya. Keterbatasan pendidikan atau keterampilan yang dimiliki seseorang menyebabkan keterbatasan kemampuan seseorang untuk masuk dalam dunia kerja.
2).   Malas Bekerja
Adanya sikap malas (bersikap pasif atau bersandar pada nasib) menyebabkan seseorang bersikap acuh tak acuh dan tidak bergairah untuk bekerja.
3).   Keterbatasan Sumber Alam
Suatu masyarakat akan dilanda kemiskinan apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka. Hal ini sering dikatakan masyarakat itu miskin karena sumberdaya alamnya miskin.
4).   Terbatasnya Lapangan Kerja
Keterbatasan lapangan kerja akan membawa konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus mampu menciptakan lapangan kerja baru sedangkan secara faktual hal tersebut sangat kecil kemungkinanya bagi masyarakat miskin karena keterbatasan modal dan keterampilan.
5).   Keterbatasan Modal
Seseorang miskin sebab mereka tidak mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh penghasilan.


6).   Beban Keluarga
Seseorang yang mempunyai anggota keluarga banyak apabila tidak diimbangi dengan usaha peningakatan pendapatan akan menimbulkan kemiskinan karena semakin banyak anggota keluarga akan semakin meningkat tuntutan atau beban untuk hidup yang harus dipenuhi.

2.4 Definisi kesenjanagan
Menurut Rober Chambers kesenjangan sosial ekonomi merupakan gejala yang timbul di dalam masyarakat karena adanya perbedaan batas kemampuan finansial dan yang lainnya di antara masyarakat yang hidup di sebuah wilayah tertentu.
2.5 Faktor penyebab kesenjangan
            Secara umum, ada lima faktor penyebab kesenjangan sosial yang terjadi. Berikut  adalah beberapa faktor tersebut:     
1. Faktor Perbedaan Sumber Daya Alam
Tingkat perekonomian suatu daerah dipengaruhi oleh sumber daya alam yang terdapat di daerah tersebut. Laju ekonomi dapat berjalan meningkat jika terdapat sumber daya alam yang dikelola dengan baik.Jika suatu daerah kekurangan sumber daya alam, maka hal ini akan berpengaruh besar bagi perekonomian daerah tersebut.
2. Faktor Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah dapat juga menjadi faktor timbulnya kesenjangan sosial di masyarakat. Contohnya kebijakan program transmigrasi. Masyarakat pendatang umumnya lebih cepat maju dibandingkan dengan warga asli.Kesempatan lebih besar yang diberikan kepada warga pendatang membuat mereka berkembang lebih cepat. Hal ini kemudian menimbulkan kesenjangan sosial antara dua kelompok masyarakat tersebut.

3. Faktor Pengaruh Globalisasi
Globalisasi dapat dimanfaatkan untuk mencapai kemajuan. Namun di sisi lain, globalisasi juga menimbulkan adanya kesenjangan sosial ekonomi di masyarkat.Kesenjangan sosial ini terjadi ketika sebagian masyarakat tidak bisa beradaptasi dan tidak memanfaatkan globalisasi dengan baik.

4. Faktor Demografis
Tingkat pertumbuhan masyarakat, pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, dan struktur kependudukan menunjukkan kondisi demografis suatu daerah.Kondisi demografis suatu daerah dengan daerah lainnya yang berbeda dapat menyebangkan kesenjangan sosial. Hal ini dikarenakan produktivitas kerja masyarakat satu daerah dengan daerah lainnya tidak sama.
5. Faktor Letak dan Kondisi Geografis
Pada umumnya tingkat pembangunan suatu daerah dipengaruhi oleh letak dan kondisi geografisnya. Masyarakat yang berada di dataran tinggi cenderung lebih sulit butuh waktu untuk membangun infrastruktur ketimbang masyarakat yang berada di dataran rendah.Ini menyebabkan masyarakat yang tinggal di dataran rendah cenderung lebih cepat berkembang. Hal ini kemudian menimbulkan kesenjangan sosial di kedua masyarakat tersebut.

2.6 Dampak kesenjangan
1. Kemiskinan dan Pengangguran
Kesenjangan sosial ditandai dengan angkan kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Jika masyarakat miskin dan menganggur mendominasi di suatu negara, maka pendapatan mereka juga sangat rendah.Dengan pendapatan yang tidak pasti dan cenderung sangat rendah membuat daya beli masyarakat terhadap kebutuhan sekunder akan menurun. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan keuntungan perusahaan tidak optimal.
2. Target Pasar yang Tidak Jelas
Sesuai dari pengertian kesenjangan sosial dimana terjadi ketimpangan yang signifikan di antara masyarakat maka akan membuat target pasar perusahaan tidak jelas arahnya. Jika perusahaan memiliki target pasar untuk kalangan menengah kebawah, maka akan cenderung  merugikan perusahaan karena daya beli mereka cenderung tidak stabil.Akan tetapi meskipun perusahaan memiliki target pasar untuk kalangan menegah keatas, tidak menjamin perusahaan akan mengalami keuntungan. Mengingat kalangan elit di negara Indonesia lebih menyukai belanja produk luar negeri dibanding dari industri dalam negeri.
3. Sulit Mencari Tenaga Kerja yang Kompeten
Kenyataannya meskipun banyak pengangguran di Indonesia, namun banyak perusahaan yang mengaku kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkompeten. Kesenjangan sosial menyebabkan tingkat dan kualitas pendidikan masyarakat banyak yang berada di bawah rata-rata.Meskipun banyak yang bergelar sarjana, namun nyatanya keahlian mereka banyak yang belum dibutuhkan di negara ini apalagi yang masih fresh graduate.
4. Maraknya Tindak Kejahatan
Kasus kejahatan di Indonesia bisa dibilang sangat tinggi. Bahkan baru-baru ini banyak kasus kejahatan dari hacker yang merugikan perusahaan besar karena meretas data-data penting perusahaan.Tingginya tidak kriminal di masyarakat dapat terjadi karena  permasalahan finansial akibat kesenjangan sosial. Sampai saat ini ekonomi  menjadi salah satu faktor terbesar yang menyebabkan seseorang atau sekelompok orang berbuat kejahatan.

 

 
















BAB III
PENUTUP




3.1 Kesimpulan

      Kemiskinan dan kesenjangan adalah suatu hal yang alami dalam kehidupan. Dalam artian bahwa semakin meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan pun akan semakin banyak. Pengentasan masalah kemiskinan dan kesenjangan ini bukan hanya kewajiban dari pemerintah, melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.




Daftar pustaka



http://widhisatyanugroho.blogspot.co.id/2013/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
Damanik,Fritz H.S .2014. Membentang fakta dunia sosial sosiologi SMA/MA kelas x. Jakarta: Bumi aksara






























Rabu, 18 Oktober 2017

Pengaturan proses dalam sistem operasi


·      -  Konsep proses dalam sistem operasi

Proses pada sistem operasi adalah program yang sedang di eksekusi, merupakan unit kerja terkecil yang secara individu memiliki sumber sumber daya yang dijadwalkan oleh sistem operasi. Awalnya proses dijalankan secara sekuensial atau berurut, suatu proses akan di eksekusi sampai selesai baru kemudian berpindah ke proses selanjutnya. Sistem sekuensial memiliki kelemahan yakni tingkat pengguna atau utilitas prosesor yang rendah.

Istilah-istilah yang berkaitan dengan proses Sistem Operasi

1.      Multiprocessing adalah manajemen banyak proses di komputer multiprocessor (banyak proses di dalamnya).

2.  Multiprogramming (multitasking) adalah manajemen proses dengan masing-masing pemroses melakukan pengolahan secara independen.

Sistem operasi mengeksekusi berbagai program :

1.      Batch system

            Batch system adalah dimana job-job yang mirip dikumpulkan dan dijalankan secara kelompok kemudian setelah kelompok yang dijalankan tadi selesai maka secara otomatis kelompok lain dijalankan. jadi dengan kata lain adalah teknologi proses komputer dari generasi ke-2. yang jika suatu tugas sedang dikerjakan pada 1 rangkaian, akan di eksekusi secara berurutan. Pada komputer generasi ke-2 sistem komputer nya maasih blum dilengkapi oleh sebuah sistem operasi. But, dalan beberapa fungsi sistem operasi, seperti os yang tengah berkembang pada jaman sekarang ini. Contohnya adlah FMS ( Fortarn Monitoring System ) dan IBSYS.



2.      Time Sharing System

              Time-sharing adalah metode dimana banyak pengguna dapat melakukan processing dalam satu komputer.

Christopher Strachy pada tahun 1959 telah memberikan ide mengenai pembagian waktu yang dilakukan oleh CPU. Baru pada tahun 1961, pertama kali sistem yang benar-benar berbentuk time sharing system dilakukan di MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan diberi nama CTSS (Compatible Time Sharing System) yang bisa melayani sebanyak 8 pemakai dengan menggunakan omputer IBM 7090. Pada TSS tiap-tiap User dilayani oleh komputer dengan bergiliran dalam waktu yang sangat cepat. Sehingga tiap pemakai komputer tidak merasa bahwa komputer melayani beberapa pemakai sekaligus secara bergiliran.


- Contoh penggunaan Time Sharing System

Salah satu penggunaan time sharing system ini dapat dilihat dalam pemakaian suatu teller terminal pada suatu bank. Bilamana seorang nasabah datang ke bank tersebut untuk menyimpan uang atau mengambil uang, maka buku tabungannya ditempatkan pada terminal. Dan oleh operator pada terminal tersebut dicatat melalui papan ketik (keyboard), kemudian data tersebut dikirim secara langsung ke pusat komputer, memprosesnya, menghitung jumlah uang seperti yang dikehendaki, dan mencetaknya pada buku tabungan tersebut untuk transaksi yang baru saja dilakukan.

Proses yakni sebuah program yang sedang dieksekusi,eksekusi proses dilakukan secara berurutan.
Sebuah proses terdiri dari :

1.      Program Counter (PC)
                 Adalah register yang digunakan untuk menyimpan alamat lokasi dari memori utama yang berisi instruksi yang sedang diproses. Selama pemrosesan instruksi oleh CPU, isi dari PC diubah menjadi alamat dari memori utama yang berisi instruksi berikutnya yang mendapat giliran akan diproses, sehingga bila pemrosesan sebuah instruksi selesai maka jejak instruksi selanjutnya di memori utama dapat dengan mudah didapatkan.

2.       Stack
              Adalah suatu stuktur data yang penting dalam pemrograman yang mempunyai sifat LIFO (Last In First Out), Benda yang terakhir masuk ke dalam stack akan menjadi benda pertama yang dikeluarkan dari stack.  Stack (Tumpukan) adalah list linier yang dikenali elemen puncaknya (TOP) dan Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu. Penyisipan selalu dilakukan “di atas“  TOP dan Penghapusan selalu dilakukan pada TOP.

v  OPERASI-OPERASI/FUNGSI STACK

Push : digunakan untuk menambah item pada stack pada tumpukan paling atas
Pop : digunakan untuk mengambil item pada stack pada tumpukan paling atas
Clear : digunakan untuk mengosongkan stack
IsEmpty : fungsi yang digunakan untuk mengecek apakah stack sudah kosong
IsFull : fungsi yang digunakan untuk mengecek apakah stack sudah penuh

3.      Data section

Bagian data mendefinisikan data rowset beserta pembaruan, insersi, atau penghapusan yang tertunda. Bagian data bisa berisi nol atau lebih baris. Ini hanya bisa berisi data dari satu rowset dimana baris ditentukan oleh skema. Juga, seperti disebutkan sebelumnya, kolom tanpa data apapun dapat diabaikan. Jika sebuah atribut atau subelement digunakan di bagian data dan konstruk tersebut belum didefinisikan di bagian skema, maka diabaikan.


 Nama: Abiyyu ariq (20217041)
            Melinda Alfiani (23217545)
Fadliyana (21217883)







Tugas Komparasi pencegahan korupsi di Korea Selatan, Malaysia, Indonesia

  Komparasi pencegahan korupsi di Korea Selatan, Malaysia, Indonesia       Korea selatan Malaysia I...